Recent Posts

Rabu, 18 Juli 2012

0 komentar

Motor matic injeksi irit harga murah

Mio J Motor Matic Injeksi Irit Terbaik
Mencari Motor matic berteknologi injeksi yang irit bahan bakar dan berharga murah (ekonomis) merupakan solusi terbaik bagi konsumen sepeda motor yang ingin meletakkan nilai efisiensi sebagai prioritas utama. Faktor ini seakan tidak bisa ditawar. Apalagi isyu peningkatan harga bahan bakar dan pencemaran lingkungan sudah berada di depan mata.

Berbicara tentang motor matik injeksi irit dengan harga ekonomis maka pilihan terbaik akan jatuh pada produk sepeda motor terbaru Motor matic injeksi irit harga murah Yamaha Mio J. Model terbaru yang telah tersedia di pasar nasional ini begitu unik dengan keunggulan sesuai tagline-nya "Semakin Cepat Semakin Irit...It’s Magic."

Keunik Motor matic injeksi irit harga murah Mio J saja sudah dimulai dari namanya. Huruf "J" yang berada di belakang nama "Mio" merupakan awalan dari teknologi FI Yamaha yang disebut Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI).

Makna tagline tersebut juga sangat dalam dan menjadi kesempurnaan Motor matic injeksi irit harga murah Mio J. Pasalnya, dengan teknologi mutakhir Yamaha itu pengguna dapat meningkatkan performa mesin dan hemat bahan bakar sampai 30 persen. Ini pula mengapa Mio J disebut "It’s Magic."

Kata kunci lainnya buat Motor matic injeksi irit harga murah Mio J adalah friendly (bersahabat). Artinya Mio J mudah digunakan baik oleh pria maupun wanita dari segala usia, anak-anak sampai dewasa. Desainnya pun friendly, cocok untuk siapa saja karena tidak terlalu macho atau condong ke anak-anak muda.
Motor matic injeksi irit harga murah Mio J mudah digunakan dan ketinggian jok rendah sehingga bisa mengakomodir siapa saja. Sudah menggunakan teknologi injeksi jadi tidak perlu membersihkan karburator. Servisnya pun cepat karena akinya kering, jadi tidak perlu dicek setiap minggu.

Untuk mereka yang butuh ruang untuk penyimpan barang tak perlu khawatir. Bagasi Motor matic injeksi irit harga murah Mio J luasnya 8 liter, sehingga bisa menyimpan banyak barang seperti jas hujan, sepatu ganti dan tas kecil.

Pengguna Mio J juga tidak perlu sering-sering ke SPBU untuk mengisi bahan bakar karena besarnya tangki Motor matic injeksi irit harga murah Mio J yang dapat diisi 4,8 liter bahan bakar. Keunggulan lainnya adalah mudah membawa boncengan karena joknya panjang.

Performa Motor matic injeksi irit harga murah Mio J sudah pasti terjamin keunggulannya. Hal ini berkat diaplikasinya sederet terknologi terdepan Yamaha, yaiut diasil cylinder, forged piston, dan YMJET-FI. Jadi bukan berlebihan bila Mio J lahir sebagai motor matik performa tinggi secepat jet dan selincah Mio, didukung kemampuan irit dan awet.

Spesifikasi mesin Mio J menggunakan tipe mesin 4-langkah, 2 valve, SOHC, berpendingin kipas dan berkapasitas 113 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 7,75 PS di putaran 8.500 rpm dengan torsi puncak mencapai 8,5 Nm di 5.000 rpm.

Fitur penting lainnya yang terdapat pada Motor matic injeksi irit harga murah Mio J adalah key shutter (kunci magnet) yang meningkatkan perlindungan sepeda motor dari aksi pencurian. Karena itu, ketika parkir Anda tak perlu lagi gundah.

Desain Mio J secara keseluruhan pun menarik. Update sesuai zaman untuk menyesuaikan dengan konsumen yang sudah cerdas dalam memilih motor. Desainnya mengambil aliran garis yang tidak terputus dari bodi depan ke bodi belakang sehingga menciptakan kesan harmonis. Sporty, canggih dan dinamis. 

Permukaan bodinya tidak datar tapi memiliki sentuhan lekukan-lekukan yang menimbulkan efek bayangan bernuansa elegan dan berkualitas tinggi. Titik-titik menonjol Mio J secara keseluruhan dapat dilihat pada bodi belakang, spack board, leg shield dan head lamp.

Sumber: http://www.yamaha-motor.co.id/yamaha-writing-competition/materi/materi-teks-1
( Kategori: ) Read more

Jumat, 15 Juni 2012

0 komentar

Spanyol Terlalu Perkasa Buat Irlandia

Spanyol memang bukan lawan yang sepadan buat Irlandia di pertandingan tadi malam. Tidak ada yang harus disesali. Semuanya berjalan baik akan tetapi memang kelas Spanyol satu strip berada di atas Irlandia.

Jika Belanda masih menyisakan asa setipis rambut, maka Irlandia merupakan tim pertama yang tersingkir dari ajang sepak bola bergengsi tersebut.

Secara keseluruhan permainan dikuasai oleh kesebelasan Spanyol dengan gaya permainan yang diadaptasi dari gaya Barcelona dan menjadi panutan dan standar bagi banyak tim sepak bola, baik di level klub maupun negara. Irlandia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk keluar dari tekanan Spanyol melalui penguasaan bolanya, akan tetapi tetap saja tidak berhasil.

Spanyol berhasil dengan metode penguasaan bolanya karena memiliki pemain dengan kualitas yang memang sangat bagus dan di atas rata-rata. Hanya ada satu atau dua pemain yang belum sepenuhnya mahir dengan tiki-taka yang diterapkan sang pelatih, misalkan saja Alonso yang walaupun bagus akan tetapi masih sedikit agak bingung dengan operan pendek cepat yang saling dikembalikan dan bolak-balik di sela-sela kaki musuh tersebut.

Fernando Torres yang berhasil melesakkan dua gol sehingga banyak media mengatakan bahwa dia “is back” bagi saya tetap saja masih kelihatan canggung. Sebenarnya sebagai pencinta kesebelasan Spanyol, saya berharap Vicente Del Bosque menurunkan Fernando Llorente. Paling tidak sebagai pengganti karena saya melihat bahwa sebenarnya pemain ini sangat bagus. Akan tetapi kinginan saya tersebut tampaknya tidak sampai dalam keputusan sang pelatih.

Satu pemain Spanyol yang saya kurang suka adalah Ramos. Bagi saya pemain ini termasuk pemain yang tidak aman. Lihat saja waktu pertandingan pertama melawan Italia saat bolanya berhasil dicuri Balotelli. Maunya saya si Ramos ini tidak usah dimainkan saja.

Buat Irlandia sendiri walaupun sudah tersingkir akan tetapi dalam pertandingan terakhir melawan Italia tetap saja akan berjuang maksimal. Jika berhasil meraih kemnangan dari Italia, atau paling tidak mencuri satu gol, mereka bisa pulang tidak dengan kepala tertunduk.
( Kategori: ) Read more

Rabu, 13 Juni 2012

0 komentar

Apakah Belanda Akan Pulang Kampung Lebih Awal

Pastilah seru pertandingan nanti antara Jerman melawan Belanda. Bagi kesebelasan negara kincir angin, pertandingan nanti adalah partai hidup dan mati. Jika menang peluang untuk lolos ke babak berikutnya akan terbuka lebar dan apabila kalah maka peluang mereka akan menjadi setipis rambut serta terancam pulang pulang kampung lebih awal.

Seperti review saya di pertandingan awal grup A Euro 2012, saya akan coba mengulas Tim Belanda menurut versi saya.
Kalau pola permainan Belanda masih seperti waktu melawan Denmark, saya yakin tim tersebut akan menelan pil pahit untuk kedua kalinya.

Secara kualitas pemain, tidak ada yang kurang dari tim Belanda. Akan tetapi kedewasaan individulah yang harus diperbaiki. Satu pemain Belanda yang kurang saya sukai adalah Arjen Roben. Pemain satu ini menurut saya terlalu egois dan tidak rendah hati. Kedua hal tersebutlah yang membuat permainan bagusnya menjadi tidak baik.

Tim yang memiliki karakter pemain seperti Arjen Roben akan sulit menjadi juara, karena kekurangannya tersebut membuat permainan tim secara keseluruhan tidak hidup dan strategi pelatih tidak jalan.

Seperti waktu Belanda vs Denmark. Anda pasti juga sudah melihatnya, ketika kiper Denmark melakukan kesalahan dengan tidak sengaja mengoper bola ke Roben yang lalu membawa bola tersebut dan merangsek mendekati kotak pinalti untuk kemudian “memaksa” menendang bola di saat di depannya ada kiper Denmark. Apa yang terjadi? Bola pun membentur tiang kanan gawang. Pada saat Arjen R menendang bola, sebenarnya ada dua pemain Belanda yang bediri bebas di sebelah kirinya. Satu adalah Van Persie dan yang seorang lagi saya lupa. Mengapa Arjen Roben tidal mengoper bola tersebut? Terlepas dari itu, saya juga melihat kehebatan Van Persie menjadi tidak terlihat karena fakto Arjen Roben juga.

Masih ingat ketika final Piala Dunia 2010. Saat itu bola yang seharusnya ditendang saja oleh Roben karena sudah memasuki kota pinalti akan tetapi masih digoceknya. Lalu Iker Casillas pun mencomot bola tersebut. Saya sampai tertawa geli dibuatnya.

Kalau saya jadi Pelatih Belanda, saya tidak akan memasang Arjen Roben sebagai starter. Juga saya akan memposisikan Van Persie sebagai mana dia bermain di Arsenal. Dengan begitu, saya harapkan Van Persie menjadi optimal. Kemudian pada menit ke 70 saya akan memainkan Roben sebagai senjata rahasia.
( Kategori: ) Read more
Best viewed on firefox 5+